Chapter 2. Manis By : Sandyakala Seminggu berlalu sejak masa-masa suram berakhir. Kini para peserta acara tersebut kembali menjalani aktivitas biasa mereka, sekolah, main, membuat kenangan masa-masa SMA mereka, dan lainnya. Seperti yang lainnya, saat ini Sabil sedang dalam perjalanan ke tempat ia dan teman-temannya janji untuk bertemu, dengan mengendarai beat merah kesayangannya Sabil sesekali tertawa karena lelucon yang dilontarkan Maya. "May, ini masih jauh?," tanya Sabil setengah berteriak dengan pandangan fokus ke depan mengendarai motor. "Itu yang plang bacaan Cafe Mimi di depan. Lah onoh si Laura tuh," jawab May, tangannya terangkat menunjuk depan. Sabil menepikan motornya menghampiri temnnya. "Langsung parkir aja sab, yang lain udah masuk," ujar Laura, Sabil mengangguk lalu memarkirkan motornya. Ketiga perempuan itu berjalan menghampiri temannya yang lain. "Itu tuh yang lain di luar, eh udah dapat tempat duduk juga," kata Maya sambil menar...
Sorry baru absen
BalasHapusPadahal aku udah komen
BalasHapusIya bisa
Hapus