Bab 1 : Kopi dan Mira By : Sandyakala (dengan N.) Sambil menyeruput minuman pahit ini, aku menyaksikan pemandangan yang kurang mengenakkan di depanku. Tentangga sekaligus perempuan yang sejak lama menjadi pujaan hatiku telah dilamar kekasihnya di depan mataku. Aku sudah lama memendam rasa padanya, tak kusangka pilihan menyeruput kopi di balkon kamar ini adalah pilihan yang salah. Saat ini, tenggorokan ku mulai terasa tidak nyaman setelah menyeruput kopi itu. Tanpa kusadari bahwa darah mulai menetes dari hidungku. Pemandangan didepan sana dan entah apa yang terjadi dengan diriku sekarang, ini benar-benar menyakitkan. Kepalaku mulai terasa pusing, aku mengusap darah yang keluar dari hidungku, tapi darah itu tak kunjung habis, aku mengusapnya terus, lagi, lagi, lagi. Batinku mulai memaki, apa yang terjadi padaku sekarang? Mataku beralih lagi pada pemandangan di depan sana, rasanya benar-benar menyakitkan, seharusnya aku di sana tapi kenapa pria itu? Kenapa harus dia!? Wanita pujaanku, Mir...
Sorry baru absen
BalasHapusPadahal aku udah komen
BalasHapusIya bisa
Hapus